Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul sepuluh pagi,Ir.Soekarno dan Drs.Muhammad Hatta
Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.Berita proklamasi itu dapat disiarkan ke berbagai penjuru dunia karena keberanian para pemuda yang bekerja di kantor Berita Domei adalah kantor berita Jepang.Secara sembunyi-sembunyi pemuda-pemuda dapat mempergunakan kantor berita itu.
Berita proklamasi tersebut diterima oleh Kantor Berita Domei
yang terdapat di Semarang
Mendengar berita penting itu,wartawan Domei yang bernama
Syarif Sulaiman segera berlari-lari ke gedung Jawa Hokokai.Ia bermaksud
mengabarkan berita proklamasi itu secepat mungkin
Kemudian Wongsonegoro selaku wartawan Domei diminta untuk
membacakannya di depan sidang.
Para hadirin terpaku di tempat duduknya
masing-masing.Beberapa saat mereka terdiam tanpa dapat berkata-kata
Berbagai perasaan bercampur aduk menjadi satu.Dalam hati
mereka amat gembira,bangga bercampur rasa haru.
Beberapa orang sampai mencucurkan air mata karena
terharu.Akhirnya semuanya dpat ditutup dengan lagu Indonesia Raya.
Hari itu hari Jumat.Seperti biasa ,pada setiap Jumat radio
Semarng menyiarkan acara sembahyang Jumat dari Masjid Besar.Di saat para jemaah
menantikan khotbah Jumat dari Kotib,tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa
kemerdekaan Indonesia telah diproklamasikan.
Ketika Jepang mengetahuinya,mereka sangat marah.Para pegawai
yang bekerja di kantor radio Semarang segera dipanggil.Mereka dimintai
keterangan tentang kemerdekaan Indonesia disiarkan melalui radio.Akhirnya
ditemukan sebuah akal.Berita proklamasi akan di cetak sendiri oleh Hetami dari
surat kabar Sinar Baru.Kemudian disebarluaskan ke seluruh pelosok.Namun ada
ynag berkhianat melaporkan hal tersebut ke Jepan.Akibatnya percetakan
diobrak-abrik Jepang,sehingga berantakan.
Namun Hetami tidak putus asa.Ia pura-pura menyerah dengan
menutup kantor dan menuyuruh pegawai pulang,Jepang terkecoh.Lalu ia yang
menjadi guru di SMT(sekolah menengah teknik)tidak kurang akal.Ia mengerahkan
murid-murid nya untuk mengedarkan ke tempat berbagai tempat di dalam kota
Semarang.Sehingga rakyat Semarang dan sekitarnya dapat mengetahui.Hal tersebut
membuat Jepang semakin marah.Tetapi rakyat tidak takut lagi.Kenapa rakyat harus
takut pada penjajah?Penjajah harus dilawan dan dienyahkan dari bumi Indonesia.
Oleh sebab itu rakyat mulai berkumpul.Mereka berkerumun,ada yang asyik membaca pamphlet,dan ada yang berteriak “Sekali Merdeka Tetap Merdeka!”
Demikianlah suasana kota Semarang ketika menyambut berita proklamasi
Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar