Kamis, 08 Mei 2014

Tersiarnya berita proklamasi kemerdekaan di Semarang



Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul sepuluh pagi,Ir.Soekarno dan Drs.Muhammad Hatta

Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.Berita proklamasi itu dapat disiarkan ke berbagai penjuru dunia karena keberanian para pemuda yang bekerja di kantor Berita Domei adalah kantor berita Jepang.Secara sembunyi-sembunyi pemuda-pemuda dapat  mempergunakan kantor berita itu.


Berita proklamasi tersebut diterima oleh Kantor Berita Domei yang terdapat di Semarang

Mendengar berita penting itu,wartawan Domei yang bernama Syarif Sulaiman segera berlari-lari ke gedung Jawa Hokokai.Ia bermaksud mengabarkan berita proklamasi itu secepat mungkin

Kemudian Wongsonegoro selaku wartawan Domei diminta untuk membacakannya di depan sidang.

Para hadirin terpaku di tempat duduknya masing-masing.Beberapa saat mereka terdiam tanpa dapat berkata-kata

Berbagai perasaan bercampur aduk menjadi satu.Dalam hati mereka amat gembira,bangga bercampur rasa haru.

Beberapa orang sampai mencucurkan air mata karena terharu.Akhirnya semuanya dpat ditutup dengan lagu Indonesia Raya.

Hari itu hari Jumat.Seperti biasa ,pada setiap Jumat radio Semarng menyiarkan acara sembahyang Jumat dari Masjid Besar.Di saat para jemaah menantikan khotbah Jumat dari Kotib,tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa kemerdekaan Indonesia telah diproklamasikan.

Ketika Jepang mengetahuinya,mereka sangat marah.Para pegawai yang bekerja di kantor radio Semarang segera dipanggil.Mereka dimintai keterangan tentang kemerdekaan Indonesia disiarkan melalui radio.Akhirnya ditemukan sebuah akal.Berita proklamasi akan di cetak sendiri oleh Hetami dari surat kabar Sinar Baru.Kemudian disebarluaskan ke seluruh pelosok.Namun ada ynag berkhianat melaporkan hal tersebut ke Jepan.Akibatnya percetakan diobrak-abrik Jepang,sehingga berantakan.

Namun Hetami tidak putus asa.Ia pura-pura menyerah dengan menutup kantor dan menuyuruh pegawai pulang,Jepang terkecoh.Lalu ia yang menjadi guru di SMT(sekolah menengah teknik)tidak kurang akal.Ia mengerahkan murid-murid nya untuk mengedarkan ke tempat berbagai tempat di dalam kota Semarang.Sehingga rakyat Semarang dan sekitarnya dapat mengetahui.Hal tersebut membuat Jepang semakin marah.Tetapi rakyat tidak takut lagi.Kenapa rakyat harus takut pada penjajah?Penjajah harus dilawan dan dienyahkan dari bumi Indonesia.
 
 Oleh sebab itu rakyat  mulai berkumpul.Mereka berkerumun,ada yang asyik membaca pamphlet,dan ada yang berteriak “Sekali Merdeka Tetap Merdeka!”
Demikianlah suasana kota Semarang ketika menyambut berita proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.